Memasuki penyelenggaraan utama di Jakarta, IEE Series 2026 akan kembali menjadi salah satu pertemuan industri terbesar di Asia Tenggara di sektor energi dan engineering yang mempertemukan pemangku kebijakan, pelaku usaha, penyedia teknologi, dan profesional dari berbagai sektor.
Tahun ini, rangkaian IEE Series menargetkan kehadiran lebih dari 75.000 trade attendees, melibatkan 2.000+ perusahaan peserta dari 39 negara / wilayah, serta memanfaatkan area pameran seluas lebih dari 108.000 meter persegi di JIExpo Kemayoran, termasuk pemanfaatan hall baru sebagai bagian dari konfigurasi area pameran untuk pekan kedua Engineering Week.

Skala penyelenggaraan tahun ini menunjukkan bagaimana IEE Series terus berkembang sebagai platform pertemuan bagi berbagai pelaku industri. “Dengan 2.000+ perusahaan peserta dan target lebih dari 75.000 trade attendees, kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap ruang yang dapat mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan dalam dunia industri, melihat perkembangan solusi terbaru, serta membangun peluang bisnis dan kolaborasi,” ujar Hanung Hanindito, Deputy Event Director, Pamerindo Indonesia.
Arah pembangunan industri nasional juga semakin menekankan pentingnya membangun ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penguatan rantai pasok dan hilirisasi, penyediaan infrastruktur dan energi yang mendukung kegiatan industri, hingga peningkatan produktivitas melalui teknologi dan inovasi.
Dalam konteks tersebut, IEE Series 2026 mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation” dan menghadirkan 10 platform pameran dalam dua pekan penyelenggaraan di Jakarta yang mencakup sektor energi, ketenagalistrikan dan baterai, infrastruktur digital, konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, pengelolaan air, pengecoran logam dan metalurgi, hingga manajemen kebencanaan dan perlindungan sipil.
Pada Energy Week, yang berlangsung pada 2–5 September 2026, rangkaian program akan menghadirkan 4 hybrid stages, dengan 21 sesi seminar, melibatkan 73 thought leaders, serta didukung oleh 12 asosiasi. Pekan pertama ini akan mempertemukan Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia–Indonesia, yang masing-masing menghadirkan perkembangan teknologi dan solusi di bidang ketenagalistrikan, baterai dan penyimpanan energi, serta infrastruktur digital.
Rangkaian kemudian berlanjut melalui Engineering Week pada 9–12 September 2026, dengan 6 hybrid stages, menghadirkan 26 sesi seminar, 206 thought leaders, serta dukungan dari 49 asosiasi. Dengan program yang kuat dari sisi konten dan relevansi lintas industri, Engineering Week menghadirkan Construction Indonesia, Concrete Show South-East Asia–Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, ADEXCO (Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference), serta GIFA & METEC Indonesia sebagai special co-located exhibitions.
Asosiasi yang turut memaparkan insight sektor masing-masing adalah Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA), Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia (APLINDO), Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia – Indonesia Mining Services Association (ASPINDO-IMSA), Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (ASPERMIGAS), Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I), serta Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI).
Melalui rangkaian IEE Series 2026, Pamerindo Indonesia mengundang para pelaku industri, perusahaan, asosiasi, pemerintah, akademisi, investor, serta profesional dari berbagai sektor untuk menjadi bagian dari Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026. Selain menghadirkan berbagai teknologi, rangkaian ini juga menawarkan program konferensi, seminar, business matching, dan forum industri untuk memperluas jejaring serta membuka peluang kolaborasi.
Naskah / Foto : Masdon
