Bejibun part aftermarket kian menguji skill tuner engine diesel di Drag Day SRP Kejurnas Drag Race 2026 Surabaya

OTOTREND.COM - Sirkuit non permanen Atlantis Trip Surabaya menjadi saksi engine diesel saat ini sedang booming. Bayangkan saja 450 dragster, 80 persen peserta mengusung engine diesel dibandingkan mesin bensin.

 

Untuk menggairahkan animo para tunner yang demen engine bensin maka diajang bertitel Drag Day Kejurnas Drag Race 2026 putaran 1 , penyelenggara membuka kelas stock modified 2000 cc - 2500 cc sebagai akomodir para dragster.


"Dominasi mesin bore up dikelas stock modified 2000 cc hingga 2500 cc seakan mengajak kita reuni sejenak di masa era tahun 2000an," terang Wahyu, konseptor Drag Day SRP.

 

Hilux Sultan ABJHilux Sultan ABJ


Kian menarik pihak pengurus pusat IMI membuat gebrakan. "Kita buka kelas head to head yaitu empat dragster terbaik lalu kita kompetisikan untuk menjadi yang tercepat," ujar Dharma Srada, komisi drag race PP IMI.


Perkembangan engine Diesel kian hari kian semarak. Apalagi part after market mulai dari Cina dan Korea membanjiri para runner. Di sini skill dan eksperimen sang runner terbentuk sehingga teknologi mesin diesel kian hari kian pesat.


"Sebagai bentuk banyak pemakai diesel yang mengusung Turbo dan Nos yang rata-rata part asal Cina, Taiwan dan Korea masjk didunia kompetisi," ujar Nggony Yogie, tunner SEA Team yang sukses memboyong beberapa kelas Diesel.

 

Nggoni dari SEA TeamNggoni dari SEA Team


Di kelas bracket 8 detik, team Sultan ABJ harus puas diposisi ke empat. Toyota Hilux berkelit orange yang telah mengalami refresh engine 2 bulan harus mengakui dragster Adib Prasetyo yang bernaung di team SEA Racing disusul Roni Kinan yang tergabung di team Telo Racing dan posisi ketiga Satriyo Gading dari 35 Garage. "Kurang fokus saja padahal bisa dibilang engine bisa meraih juara 1," bisik H Yudik, owner Sultan ABJ Sumenep.


Di kelas bracket 8,5 detik, team AMRF sukses meraih 2 dan 3 dengan mengandalkan engine 2KD. Di tangan tunner SEA Racing yang mengalami repair selama 1 bulan berjibaku dengan dragster Silvia Ayu asal Jogja yang sukses podium pertama dan Galang Dwipo rrekan 1 team AMRF. "Hanya repair 1 bulan jelang Kejurnas tapi sangat bersyukur sekali," ujar Rio Boboho, mahasiswa Unmuh Ponorogo.

 

Rio Boboho Sukses podium ketiga kelas bracket 85 detikRio Boboho Sukses podium ketiga kelas bracket 85 detik


Sedangkan di kelas Pro Modif 2500 cc, dragster wanita yaitu Bela muncul kembali dengan kendaraan Honda Estilo lamanya. Meskipun telah lama absen di dunia drag race namun skill wanita yang telah dikaruniai 3 orang anak sukses meraih waktu tercepat 8,733 detik diurutan ke empat.


"Mencoba turun di street diesel Turbo 42 mm finish di urutan ke tiga dan Pro Modif 2500 cc finish posisi 4," bangga Bela yang bernaung di team Paddock Pacu Malang.

 

Bella dari Team Paddock MalangBella dari Team Paddock Malang

 

 

 

editor/foto : cnd

 


REDAKSI   |   KODE ETIK   |   DISCLAIMER