Hadirnya BBM beretanol tersebut masih memunculkan sejumlah pertanyaan di kalangan pemilik kendaraan. Mulai dari isu performa mesin, konsumsi bahan bakar, hingga potensi korosi pada sistem bahan bakar.
Menanggapi hal tersebut, Astra Peugeot memastikan seluruh type Peugeot, yangdi produksi dari tahun 2000 ke atas, telah dirancang kompatibel dengan penggunaan bensin yang mengandung etanol, salah satunya type SUV Peugeot.
"Konsumen Peugeot tidak perlu khawatir. Kendaraan Peugeot sudah kompatibel dengan bahan bakar beretanol. Bahkan material tangki bahan bakarnya menggunakan plastik berkualitas tinggi sehingga lebih tahan terhadap risiko korosi dibanding tangki berbahan logam," ujar Rafii Sinurat, Head of After Sales Astra Peugeot.

Selain kompatibilitas material, kandungan etanol juga memberikan keuntungan berupa peningkatan angka oktan. Oktan yang lebih tinggi membantu proses pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga mampu mengurangi gejala knocking pada mesin.
Karakteristik tersebut sesuai dengan kebutuhan mesin-mesin Peugeot yang umumnya memiliki rasio kompresi tinggi dan memang dirancang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi.
Meski demikian, Astra Peugeot mengingatkan pemilik kendaraan agar tetap memahami karakteristik bensin beretanol. Etanol memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap uap air dari udara. Apabila kendaraan jarang digunakan dan bahan bakar tersimpan terlalu lama di dalam tangki, kandungan air berpotensi meningkat dan memicu korosi pada komponen tertentu.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, pemilik kendaraan disarankan menjaga volume bahan bakar tetap cukup penuh sehingga ruang kosong di dalam tangki menjadi lebih sedikit dan kondensasi uap air dapat diminimalkan.
Selain itu, penggunaan komponen sistem bahan bakar yang sesuai spesifikasi, seperti selang bahan bakar dan fuel pump yang tahan terhadap etanol, juga menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan kendaraan.
Melalui kesiapan teknologi yang dimiliki, Astra Peugeot memastikan kendaraan Peugeot tetap mampu memberikan performa optimal sekaligus siap mendukung transisi penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan di Indonesia. Nanda.
