G.A.S.S sendiri merepresentasikan BYD Dual Mode Gesit, Andal, Senyap dan Super Irit. Kali ini semuanya bisa dibuktikan sendiri oleh peserta. Khusus “super irit” dilombakan untuk mendapat konsumsi BBM maupun Bateri teroptimal. Mengingat Dual Mode sendiri yakni penggerak roda dengan mode elektrifikasi maupun Hybrid.

“Selain ajang silahturahmi BYD dengan Media dan Influencer Jatim harapannya teman-teman bisa merasakan langsung produk BYD Dual Mode. Khususnya keiritan konsumsi bahan bakar maupun baterainya,” jelas Natasha Natalia, Public Relations Senior Manager BYD Motor Indonesia.
Sebelum memulai kompetisi seluruh peserta berkumpul di BYD Arista Kenjeran Surabaya untuk memberikan materi kompetisi yang akan dilakukan. Selain itu tim dari BYD Indonesia juga secara gamblang menjelaskan tentang keunggulan yang ditawarkan BYD Dual Mode.

11 unit BYD M6 Dual Mode yang diisi 2 hingga 3 orang mengikuti kompetisi tersebut. Baterai terisi 100 persen diikuti BBM yang juga telah diisi full tank. Selain merasakan pengalaman berkendara peserta ditantang untuk berkendara irit dengan BYD M6 Dual Mode ini.
Check point pertama di Taman Dayu Driving Experience dengan jarak tempuh kisaran 80 kilometer. Tampak dari label data hampir seluruh peserta masih menggunakan elektrifikasi untuk Menggerakkan roda.

Nanda redaksi Ototrend bersama 2 media lain di mobil nomer urut 11 berhasil mencatatkan penggunaan baterai paling sedikit dietape pertama yakni 9,3 KWh. “Awalnya tidak serius namun tidak sangka memuncaki dietape pertama untuk konsumsi daya listrik,” jelas Nanda.
Namun masih ada 2 etape lagi yang harus ditempuh yakni dari Taman Dayu menuju Bicopi Surabaya dan SPBU dengan rute memutar daerah Tunjungan yang notabene macet di sore hari. Konteks ini dipastikan membutuhkan banyak energi maupun BBM.

Seluruh kendaraan peserta diberikan modal full baterai sekaligus full BBM. Tangki kembali penuh hanya dengan Rp.2 ribu Pertamax, catatan terbaik ditorehkan Influencer. Disusul Nanda Redaksi Ototrend dengan konsumsi Pertamax Rp.13 ribu atau sekitar 0,8 liter untuk 161 kilometer perjalanan dengan sisa baterai 19 persen.
Meski berfokus menguji bahan bahan bakar dan baterai, keseluruhan filosofi G.A.S.S juga terbukti. BYD Dual Mode Gesit dan Andal yang tampak saat dipakai mini games yang membutuhkan akselerasi responsif untuk menorehkan waktu tercepat.
“Sedang untuk Senyap, ruang kabin lebih terasa tenang sehingga konsentrasi berkendara tidak terganggu. Hanya suara putaran roda yang beberapa kali terdengar saat melewati jalan dengan kontur tidak rata atau rusak,” tegas Nanda.

“BYD menghadirkan teknologi Dual Mode untuk membuka babak baru pasar kendaraan energi baru di Indonesia. Kami melihat perkembangan elektrifikasi tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga terus bertumbuh di berbagai wilayah strategis, termasuk Jawa Timur yang memiliki aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang sangat dinamis. Dengan lebih dari 4.400 kendaraan BYD yang telah beroperasi dan pangsa pasar kendaraan listrik yang telah melampaui 40% di provinsi ini, kami melihat Jawa Timur sebagai lokasi yang tepat untuk memperkenalkan bagaimana teknologi DM dapat memberikan manfaat pada penggunaan sehari-hari. Setelah Jakarta, Medan, dan Semarang, Surabaya menjadi kota keempat dalam rangkaian BYD M6 DM Media Challenge untuk membuktikan konsistensi efisiensi, performa, dan kenyamanan teknologi DM pada perjalanan antar kota dengan karakter rute yang beragam,” tutup Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Nanda.
